Pengetahuan Dasar Apa Itu Stabilizer dan Tips Pemilihan Tipenya

Fungsi stabilizer adalah perangkat untuk menjaga tegangan arus listrik agar lebih stabil (normal), arus yang stabil sangat dibutuhkan untuk berbagai peralatan elektronik. Voltase yang sering fluktuasi dapat mengganggu kinerja peralatan elektronik tersebut sehingga fungsi dan kegunaan-nya berkurang dan menyebabkan kerusakan peralatan elektronik.

Automatic Voltage Stabilizer atau yang biasa disebut AVR adalah salah satu komponen penting yang terdapat di dalam stabilizer. AVR inilah yang berfungsi menstabilkan tegangan perangkat.

Untuk memilih jenis stabilizer maka terlebih dahulu periksalah seberapa besar penggunaan listrik di rumah anda atau pada alat listrik yang akan terhubung. Hal tersebut menentukan besarnya kapasitas stabilizer yang akan digunakan. Penggunaan anda harus 75%-80% dari kapasitas stabilizer, hal ini untuk menjaga kinerja stabilizer anda dan juga sebagai antisipasi jika ada kelebihan penggunaan.

Langkah berikutnya adalah dengan mengecek listrik di tempat anda 1 phase atau 3 phase. Lihatlah pada bagian MCB (Magnet Circuit Breaker), jika tunggal berati listrik di tempat Anda bertegangan 1phase, sedangkan jika terdapat 3 deret dengan 1 tangkai artinya listrik di tempat Anda bertegangan 3 phase.

Stabilizer terbagi atas beberapa macam, yaitu :

1. Stabilizer yang menggunakan servo motor
Stabilizer ini memakai motor servo dalam menstabilkan listrik, di mana motor akan berputar untuk mendapatkan tegangan yang stabil, sehingga memerlukan waktu 2 sampai dengan 5 detik untuk mencapai kestabilan dan tidak adanya penyaring atau filter terhadap gangguan listrik seperti spikes, surge, sag, dan petir.

2. Stabilizer yang menggunakan sistem digital control
Sistem ini lebih canggih dibandingkan dengan sistem relay dan juga dilengkapi dengan filter. Sistem Ferro-Resonant/line conditioner inilah yang paling baik. Untuk memberikan kestabilan pada beban reaksi/ responnya sangat cepat yakni hanya memerlukan waktu 0,04 detik. Stabilizer dengan sistem ini termasuk stabilizer yang paling stabil dibanding jenis lainnya.

Nah sudah tau ya..

Jika anda ingin memilih stabilizer, ada baiknya pilihlah stabilizer yang memiliki respon atau sistem yang cepat apabila terjadi perubahan tegangan arus listrik. Pilihlah pula stabilizer yang kapasitas output nya real. Anda pun perlu memperhatikan jaminan after sales dan garansinya , sehingga Anda tidak perlu bingung ketika stabilizer Anda bermasalah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *